Rabu, 09 Desember 2009

PREDIKSI PENJUALAN SEPEDA MOTOR DI INDONESIA DI TAHUN MENDATANG

Secara umum teori perilaku konsumen digunakan suatu perusahaan untuk mengetahui bagaimana selera konsumen. Perusahaan harus memproduksi barang atau jasa apa yang dibutuhkan konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. Fungsi utama dari barang dan jasa adalah untuk pemuas kebutuhan. Jika seorang individu terpenuhi semua kebutuhannya maka akan menimbulkan kepuasan bagi konsumen tersebut. Maka perusahaan sebagai komponen utama dalam menciptakan produk, harus benar-benar memahami bagaimana konsumen memberikan tanggapan terhadap ciri produk, harga dan sebagainya, agar mempunyai keuntungan yang besar melebihi para pesaing lainnya. Karena itu perusahaan menanamkan banyak upaya dalam meneliti hubungan antara rangsangan pemasaran dan tanggapan konsumen. Kuncinya adalah marketing dan kreativitas, inilah strategi yang selalu dijalankan sebuah perusahaan jika ingin tetap bertahan di tengah kompetisi yang keras.
Di Indonesia sekarang ini sudah banyak perusahaan motor Jepang dan non-Jepang membuka usahanya di Indonesia. Saya ambil contoh 4 pabrikan motor Jepang terbesar yang ada di Negara kita yaitu Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Big four inilah yang menjadi tolak ukur pertumbuhan sepeda motor Indonesia. Spek motor yang di keluarkan pun tidak terlalu jadul. Banyak pilihan yang di sodorkan pihak pabrikan kepada konsumen. Garansi produk juga diberikan agar konsumen percaya terhadap kinerja dan loyalitas perusahaaan. Konsumen hanya memilih saja yang sesuai karakter dan dana yang ada. Ada 3 pilihan sepeda motor yang di tawarkan produsen, yaitu tipe bebek, tipe sport dan tipe skutik. Ketiganya mempunyai kelemahan dan keunggulan masing-masing. Tetapi kembali lagi kepada selera konsumen dan dana yang ada.
Lima tahun belakangan ini industri sepeda motor Indonesia mengalami peningkatan. Di akhir tahun 2008 saja tercatat 5.813.668 unit kendaraan yang di produksi. Tipe bebek menjadi pilihan yang paling diminati. Sebuah media cetak berlabel Motor Plus mencantumkan data yang dikeluarkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonasia (AISI) sampai bulan November 2008, penjualan sepeda motor baru tercatat tipe bebek mendapat peringkat penjualan paling tinggi di banding tipe lainnya. Yaitu sebesar 66.3% dari total pasar 5.813.668 unit. Lalu tipe skubek menyusul dengan 25.4% dan terakhir tipe sport sebesar 8.3%. Konsumen tidak harus membeli produk baru, karena ada juga yang menjual/menyediakan motor – motor second. Motor second favorit juga banyak merk dari tipe bebek yang diminati karena harga bekasnya turun drastis. Motor tipe ini pun menjadi ujung tombak dan juga menjadi andalan pabrikan. Fakta ini membuktikan konsumen memilih sepeda motor dengan harga yang murah. Dengan asumsi bahwa kebutuhan konsumen akan sepeda motor tetap tinggi. Tentunya sebagai alat transportrasi pilihan yang hemat, tipe bebek lebih diminati karena konsumen menginginkan kendaraan dengan harga yang masuk akal serta after sales service yang menunjang minat konsumen.
Para pengamat roda dua maupun pihak produsen mengakui seiring efek krisis global di tahun mendatang memungkinkan terjadi pergeseran pada bisnis sepeda motor ke arah peningkatan. Saat krisis terjadipun, pengaruh krisis hanya mungkin dapat merubah prosentase minat pada tipe jenis saja dan tidak banyak mempengaruhi daya beli konsumen. Terlebih jika lembaga pembiayaan mampu mengucurkan dananya dengan angka yang fantastis, maka minat masyarakat kelas atas maupun bawah akan tetap terjaga. Dengan demikian, penjualan sepeda motor di Indonesia tidak akan berpengaruh banyak pada tahun-tahun yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar